STRUKTUR MATA KULIAH

Program studi kesehatan masyarakat merupakan program pendidikan akademik menggunakan rancangan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan pendekatan Student Centre Learning (SCL). Pada prinsipnya kurikulum disusun berdasarkan Kepmen Diknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 yang diterjemahkan dari visi, misi, sasaran, tujuan serta kompetensi. Dengan demikian, ciri-ciri khusus kurikulum diurai sebagai berikut:

  1. Proses belajar mengajar diorientasikan ke mahasiswa untuk mencari, menemukan dan mempresentasekan kasus komunitas (hasil penelitian, jurnal, data sekunder, maupun pengalaman mahasiswa) sehingga perkuliahan tatap muka oleh dosen hanya sebagai pengantar dan peran mahasiswa menjadi pembelajar dan dosen menjadi fasilitator.
  2. Kegiatan praktik lapang dan banch marking merupakan kewajiban yang dipersyaratkan, yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi dari prinsip kurikulum berbasis kompetensi.
  3. Beban studi program studi kesehatan masyarakat untuk mengembangkan kurikulum yang berbasis kompetensi, dengan jumlah satuan kredit mencapai 150 SKS, dengan proporsi mata kuliah dasar kompetensi utama disebut Mata Kuliah kompetensi utama mencapai 76% dan mata kuliah kompetensi pendukung dan penunjang sebesar 24%

Beban SKS ini direncanakan untuk diselesaikan minimal 8 semester dengan tetap memperhatikan azas semester seperti penempatan M.A pada setiap semester.